BELAJAR MEMBUAT BERITA


Nampaknya surat kabar, majalah dan bahkan internet adalah sarana informasi yang merajai dunia dewasa ini. Ratusan juta eksemplar dan halaman web perharinya dibaca milyaran manusia. Jutaan surat kabar, majalah, bloghosting webhosting, waphosting tentunya membutuhkan berita atau artikel-artikel yang akan dimuat termasuk dari anda, bila anda mampu menulis berita dan artikel.

Berdasarkan realitas ini ada semacam tuntutan untuk mengatasinya. Mudah-mudahan tips berikut akan membantu anda dalam membuat berita/artikel.

Definisi Berita


Berita adalah semua kejadian-kejadian yang hangat dan menarik perhatian umum. Berita yang terbaik ialah berita yang mempunyai tenaga penarik hati yang terbesar bagi orang-orang yang paling besar jumlahnya "kata Prof. Curtis Mac Doughal, Guru Besar University, pada Macmilan, New York".

Syarat-syarat sebuah Berita


Berita atau warta adalah suatu kejadian baik yang sudah berlalu atau yang sedang terjadi dalam peristiwa sehari-hari. Bagi seorang wartawan untuk membuat berita yang baik dan lengkap harus memenuhi syarat 5W+1H. Rumus ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. What=Apa Apakah yang akan terjadi? Hendaklah diterangkan secara singkat dan menarik perhatian. Misalnya: Kebakaran, kecelakaan, perkelahian, pencurian, pencurian, pemboman dan lain-lain.
  2. Who=Siapa Suatu peristiwa atau kejadian, orang selalu bertanya siapa pelakunya. Karena itu hendaklah disebutkan siapa nama pelakunya, apa pekerjaan, apa kedudukannya, apakah dia kepala jawatan dan lain-lain.
  3. When=Apabila/Kapan Perlu diterangkan tanggal berapa, hari apa, bulan dan tahun berapa, dan kalau perlu jam berapa. Suatu berita yang tidak menyebutkan tanggal harinya bisa dikatakan tidak lengkap. Misalnya hanya menyebutkan "baru-baru ini" sudah tentu dianggap berita yang sudah basi dan nilainya kurang.
  4. Where=Dimana Terangkan dengan jelas dimana kejadian itu, apa nama kampungnya, apa nama kotanya, tempat yang kurang terkenal diterangkan nama kabupatennya atau daerahnya.
  5. Why=Mengapa Tentu pembaca belum puas kalau hanya diterangkan kejadian-kejadian pokok beritanya saja, kalau belum ditulis penyebabnya, mengapa seperti itu. Misalnya: Mengapa Anton menghajar Badu, tentulah ada sebabnya. Bisa diterangkan: Gara-gara kalah main sepak bola hingga terjadi perkelahian.
  6. How=Bagaimana Bagaimana kesudahannya kejadian itu. Bagaimana akhirnya, apa tindak lanjutnya. Bagaimana kesimpulannya. Ada tambahan kejadian apalagi setelah itu, dan hal-hal yang perlu diterangkan sebagai akibat berita itu.

Membuat Headline


Headline adalah kepala berita. Adapun maksudnya adalah untuk menarik mata pembaca, bahwa surat khabar itu memuat berita yang sangat penting yang harus dibaca setiap orang. Headline yang bagus harus mengandung sari berita penting.

Pada umumnya pembaca surat khabar mestilah memperhatikan sari-sari berita penting. Kadang ada surat khabar yang memakai headline 1 halaman, 3/4 halamam, dan 1/2 halaman dengan huruf besar dan tebal, guna menarik perhatian pembaca. Sering juga headline itu dipergunakan untuk tujuan sensasional dan propaganda politik sebuah negara, misalnya dalam perang peluk dulu, banyak media masa barat dengan headline-nya "Saddam tertangkap" pedahal pada waktu itu Saddam belum tertangkap.

Sebetulnya fungsi semacam itu bisa meresahkan masyarakat. Misalnya dalam pengrebekan teroris kemarin media massa kita menulis "Noordin Tewas" dan di bawahnya ditulis ada kemungkinan Noordin tewas. Headline ini sudah berfungsi sebagai propaganda politik sebuah institusi dan negara.



Home

Создай сайт! Create site!